Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia berhasil lolos pendanaan dalam kegiatan Hibah Pembelajaran Berdampak (Jarpak) 2025 pada bidang Riset Universitas Sebelas Maret. Kelompok riset yang diberi nama Mekasa (Menelisik Karya Sastra), telah melakukan riset terhadap fenomena bacaan digital yang berkembang pada kalangan Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Alpha. Kegiatan Mekasa berupa Riset dengan luaran berupa artikel jurnal, majalah digital, buku cetak, serta Launching dan diskusi publik yang diselenggarakan pada Minggu, 21 Desember 2025 di ruang Garena Solo Technopark.
Riset yang digagas oleh Mekasa dilatarbelakangi oleh muncul dan berkembangnya bentuk bacaan non fisik di ruang digital yang kian mempengaruhi pola bacaan, dan bagaimana cara generasi mengakses serta memaknai karya sastra yang mereka baca. Berangkat dari fenomena tersebut, mahasiswa Sastra Indonesia yang tergabung dalam kelompok Mekasa mengambil langkah awal dengan mengumpulkan data di wilayah Solo Raya, dengan sasaran responden berusia 10 tahun hingga 24 tahun sebanyak 300 responden.
Serangkaian proses sudah dilakukan, mulai dari mengumpulkan responden hingga melakukan wawancara lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z masih mendominasi dalam membaca sastra digital, sementara Generasi Alpha masih terbatas dalam mengakses karya sastra, terutama bentuk Alternate Universe (AU). Perbedaan ini disebabkan oleh cara pandang dan pengalaman membaca yang berbeda antara kedua generasi dalam memahami karya sastra.


Hasil penelitian Mekasa juga dibahas dalam kegiatan Launching dan Diskusi pada 21 Desember 2025 di Ruang Garena Solo Technopark, dengan Bu Afifah Afra sebagai pembicara. Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa penelitian yang dilakukan Mekasa merupakan langkah baru dalam riset kajian sastra, sekaligus membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut yang lebih mendalam. Selain itu, peserta diskusi juga menyampaikan bahwa AU dipandang sebagai dunia baru atau alternatif bagi mereka dalam menciptakan dunia dan kondisi yang berkebalikan dengan realitas sehari-hari.
Melalui capaian ini, diharapkan mahasiswa program studi Sastra Indonesia tetap berperan aktif dalam menghasilkan riset yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat kontribusi akademik Universitas Sebelas Maret.
